Beranda > ARSITEKTUR, Ruang Luar > RUANG LUAR – NATAH

RUANG LUAR – NATAH

Ruang luar (natah bali) saat tertentu menjadi ruang dalam, yang justru sangat seringkali ini terjadi dalam pengertian ruang arsitektur traditional Bali. Natah,sekalipun terbuka ke atas karena tak beratap namun “natah” dipastikan terlingkungi oleh bangunan sekelilingnya yg menjadi batas-batas pandangan serta batas “natah” ke arah horizontal. Jadi “natah” tidak berbatas dinding pagar, dibatasi oleh dinding bangunan, iya.
Natah, sebuah ruang yg terbentuk karena olahan manusia di arah mendatar seolah-olah tanpa sengaja, tapi berkolaborasi dengan alam ke arah vertikal yg dalam konsepsi manusia Bali sebagai perjumpaan bapa “akasa” dengan ibu “pertiwi”. Konsepsi ini khas Bali yg dikenal dgn konsep “rwa-bineda”.
Natah Bali, sekalipun terlihat sbg ruang terbuka sejatinya adalah ruang yg sangat terencana, direncanakan dgn sengaja oleh undaginya dengan memanfaatkan satuan tapak kaki (panjang ukuran telapak kaki, dari tumit ke ujung jempol kaki). Dengan pertimbangan bahwa perpindahan seseorang dari bangunan ke bangunan yg mengelilingi “natah” tersebut mempergunakan telapak kakinya, shg dapat dimengerti para tetua memanfaatkan telapak kaki sbg satuan ukuran “natah”.

IMG_20160719_154649

Natah di sebuah rumah tinggal

FB_IMG_1468579963161

Natah di sebuah sekolah

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: